Konsentrasi Utama Shin Tae-Yong Di Timnas Indonesia

Konsentrasi Utama Shin Tae-Yong Di Timnas Indonesia

Sebagai manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong bakal membenahi banyak hal dari skuat Garuda. Hal pertama yang diperbaiki pria asal Korea Selatan adalah pola pikir pemain Timnas Indonesia. Berita sepak bola terkini dikutip dari berita bolanusantara.

Pekerjaan Shin Tae-yong bersama Skuat Garuda terbilang berat. Pasalnya, dia harus menahkodai Timnas Indonesia dalam empat kategori, yakni senior, U-22, U-20, dan U-16.

Nantinya, pada 13 Januari 2020, Shin Tae-yong bakal memanggil 60 pemain Timnas Indonesia, senior dan U-20 di Bali. Dalam pemanggilan pertama ini, Shin Tae-yong bakal memperbaiki pola pikir.

“Hal pertama yang akan saya lakukan adalah mengubah pola pikir pemain,” kata mantan pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut disadur dari wawancaranya dengan PSSI.

“Kemampuan individu yang dimiliki masing-masing pemain sudah cukup bagus. Jika dibarengi dengan kesadaran bersama untuk bisa bermain secara kolektif dan kompak, dan pola pikir ini tertanam, maka Indonesia bisa menjadi tim yang lebih baik,” ujarnya melanjutkan. Dikutip dari berita bola terlengkap.

Pada tahun ini, Shin Tae-yong ditargetkan PSSI membantu Timnas Indonesia memenangkan Piala AFF, kejuaraan yang belum pernah dimenangkan oleh pemain senior.

“Dengan mendapatkan kesuksesan, Timnas Indonesia berarti tengah meningkatkan levelnya. Setelah mendapatkan trofi, jangan puas dan terlena. Bertahap. Timnas Indonesia harus berkembang dan mengambil tantangan baru,” jelas pelatih berusia 50 tahun itu.

Selain itu juga pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong punya pesan kepada pemain sepak bola asal Indonesia. Dalam wawancaranya bersama PSSI, dia meminta para pemain menjauhi media sosial.

Penerus Simon McMenemy itu bakal menukangi Timnas Indonesia dalam empat tahun ke depan. Sebagai nakhoda Timnas Indonesia, Tae-yong bakal habis-habisan untuk meningkatkan performa tim.

Selain itu, pria asal Korea Selatan tersebut meminta pemain Timnas Indonesia berkorban. Dia meminta para pemain mengurangi kegiatan bermain media sosial.

“Jika ingin menjadi pemain timnas, pertama, pemain harus berkorban untuk tim. Lalu mereka harus berjuang sekuat hati dan tenaga ketika berlaga,” kata Tae-yong.

“Indonesia pasti akan sukses jika memiliki para pemain yang rela sepenuh hati berkorban untuk tim. Seperti mereka yang larinya selangkah lebih dari pemain lainnya, artinya bekerja lebih keras dari yang biasanya. Dengan pola pikir ini, saya percaya kita bisa sukses,” ucap Tae-yong melanjutkan.

Tae-yong sendiri menjelaskan, dia bisa meraih sukses di Piala Dunia 2018, dengan mengalahkan Jerman 2-0, karena tidak menjauh dari media sosial.

“Jujur, saya sama sekali tidak menggunakan media sosial. Oleh karena itu, saya bisa fokus ke pertandingan-pertandingan yang ada. Jadi ini juga menjadi pesan kepada pemain, untuk tidak bermedia sosial saat menghadapi pertandingan,” kata pelatih berusia 50 tahun itu.

Written by